Terseret Arus Saat Liburan, Bocah di Ulingan Ditemukan Meninggal Dunia

Subscribe Youtube KALTIMTARA NEWS

KALTIMTARA.ID, TANJUNG REDEB – Tragedi tenggelamnya seorang bocah di Pantai Ulingan, Kampung Teluk Semanting, Kecamatan Pulau Derawan, berakhir duka. Rahmat (9), yang sebelumnya dilaporkan hilang saat beraktivitas di perairan, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (7/4/2026) pagi.

Kapolsek Pulau Derawan, AKP Iwan Purwanto, mengungkapkan, korban ditemukan sekitar pukul 09.47 Wita di perairan terbuka, dengan jarak cukup jauh dari titik awal hilang.

“Korban ditemukan dalam keadaan mengapung di perairan, sekitar 1,8 kilometer ke arah selatan dari lokasi kejadian awal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pencarian korban memasuki hari kedua dengan pola operasi yang diperluas. Tim gabungan dikerahkan secara maksimal dengan membagi tugas ke dalam tiga metode pencarian.

Mulai dari penyelaman di titik yang dicurigai, penyisiran laut menggunakan perahu ke arah arus, hingga penyisiran garis pantai untuk mengantisipasi korban terbawa hingga ke pesisir.

“Pencarian dilakukan secara maksimal dengan membagi tim ke beberapa titik untuk mempercepat proses penemuan korban,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi arus laut di kawasan tersebut menjadi salah satu faktor yang menyulitkan proses pencarian, sekaligus menyebabkan korban berpindah cukup jauh dari lokasi awal.

Peristiwa ini bermula pada Minggu (5/4/2026) sekitar pukul 14.30 Wita. Saat itu, korban tengah berada di Pantai Ulingan bersama keluarga untuk berlibur dan mencari kerang di sekitar pesisir.

Namun nahas, saat beraktivitas di perairan, korban diduga terseret arus laut dan tidak sempat diselamatkan, hingga akhirnya dilaporkan hilang.

“Korban bersama keluarga awalnya datang untuk berlibur. Saat berada di air, diduga korban terbawa arus,” tambahnya.

Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi oleh tim gabungan untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan.

Pihak kepolisian pun mengingatkan masyarakat, khususnya wisatawan, agar lebih waspada saat beraktivitas di kawasan pesisir, terlebih ketika membawa anak-anak.

“Kami mengimbau agar selalu meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi orang tua yang membawa anak-anak ke pantai,” tandasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kondisi alam di kawasan wisata laut tidak selalu aman, sehingga pengawasan dan kewaspadaan menjadi hal utama untuk mencegah kejadian serupa.(*)

Penulis : Tim