100 Hari Kerja, Bupati Malinau Tinjau Pengerjaan Jalan Tani

Subscribe Youtube KALTIMTARA NEWS

KALTIMTARA.ID, MALINAU – Bupati Malinau Wempi W. Mawa, melakukan peninjauan jalan tani dalam rangka 100 hari kerjanya, di Kecamatan Malinau Barat, pada Senin (31/5/2021).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Tomy menyebutkan, luas jalan tani yang ada di Kecamatan Malinau Barat untuk Kuala Lapang yaitu 23,99 km, kemudian Sempayang 6,79 km, Sesua 10,41 km dan Tanjung Lapang 38,83 km. Total panjang keseluruhan mencapai 80 km, terdiri dari kurang lebih 20 ruas jalan tani yang ada di Kecamatan Malinau Barat.

“Total ruas jalan keseluruhan untuk jalan tani se-Kabupaten Malinau, panjang jalan 289,41 km, hingga saat ini per 31 Mei 2021 tepatnya 22 hari kerja Bupati Malinau, dari total target 100 km sudah mencapai 43,73 km. Artinya sudah mencapai 43% dalam 22 hari kerja. Kami optimis dalam 100 hari kerja, capaian 100 km ini bisa tercapai bahkan melebihi dari target,” terang Tomy.

Sementara itu, Bupati Malinau, Wempi W. Mawa menegaskan, kunjungannya ini untuk memastikan, apa yang telah ia putuskan benar-benar dilaksanakan.

Wempi W. Mawa juga mengucapkan terima kasih, kepada pihak perusahaan yang telah mau bekerja bersama dengan pemerintah daerah.

“Terima kasih telah merawat jalan ini, bapak punya kesempatan untuk datang membantu masyarakat di lingkungan ini, maka perbaikilah jalan ini dengan optimal sehingga jalan ini betul-betul bisa meningkatkan ekonomi bagi masyarakat,” tutunya.

Tak hanya itu, Wempi W. Mawa juga akan kembali untuk melihat seluruh kegiatan yang sudah dikerjakan oleh Dinas PUPERKIM Malinau, serta ingin memastikan bahwa akses jalan pertanian yang sudah ada itu, benar-benar dapat difungsikan dan digunakan kembali.

“Kedepan kita akan terus merawat dan meningkatkan jalan-jalan pertanian ini,” tegasnya.

Dalam hal itu, Wempi W. Mawa juga berpesan, agar kelompok tani serta masyarakat di area sekitar, dapat menjaga dan mengelola jalan yang sudah dikerjakan ini.

“Jangan sampai setelah semua yang dikerjakan ini, kemudian lahan-lahan masyarakat atau petani tidak dikelola. Karena pemerintah juga harus memperhatikan bukan hanya di satu tempat, ada banyak tempat masyarakat yang ingin dirawat jalan-jalan taninya. Harapan kita lahan-lahan yang ada ini dikelola dengan baik sehingga pada saatnya nanti kita juga bisa melihat petani itu sejahtera,” pungkasnya.

Penulis: Tim

Editor: Fairuz