Kakao Fermentasi Berau Tembus Eropa, 10 Ton Diekspor ke Prancis

Subscribe Youtube KALTIMTARA NEWS

KALTIMTARA.ID, TANJUNG REDEB – Kabupaten Berau kembali menorehkan capaian membanggakan di sektor perkebunan. Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, secara resmi melepas ekspor 10 ton biji kakao fermentasi menuju Prancis di halaman Kantor Bupati Berau, Selasa (3/3/2026).

Pelepasan ini bukan sekadar seremoni, melainkan penanda semakin kokohnya posisi kakao Berau di pasar global. Ekspor tersebut memperluas penetrasi komoditas unggulan daerah ke Eropa sekaligus membuktikan daya saing kakao fermentasi Berau di kancah internasional.

Dalam sambutannya, Sri Juniarsih Mas menegaskan bahwa ekspor hari ini menjadi bukti nyata tingginya minat pasar dunia terhadap kakao Berau. Biji kakao asal Berau dikenal memiliki karakter rasa khas, yakni perpaduan pahit yang kuat dengan sentuhan asam segar yang seimbang—profil cita rasa yang sangat diminati produsen cokelat premium.

Menurutnya, pengakuan terhadap kualitas kakao Berau tidak hanya datang dari dalam negeri, tetapi juga dari industri cokelat kelas dunia. Salah satunya adalah produsen cokelat ternama asal Prancis, Valrhona, yang dikenal menggunakan biji kakao berkualitas tinggi untuk produk-produknya.

“Ini merupakan peluang besar untuk terus memperluas ekspor kakao Berau, baik dalam bentuk biji fermentasi premium maupun produk olahan bernilai tambah,” ujarnya.

Bupati menegaskan bahwa industri kakao Berau memiliki prospek sangat menjanjikan dalam memperkuat struktur ekonomi daerah. Dengan dukungan teknologi budidaya, akses pembiayaan, sertifikasi keberlanjutan, serta kolaborasi internasional, ia optimistis kakao Berau dapat menjadi bagian penting dari rantai pasok kakao premium dunia.

Karena itu, ia mendorong Dinas Perkebunan bersama seluruh perangkat daerah terkait agar lebih fokus dan serius mengembangkan potensi kakao. Standarisasi fermentasi, teknik pengeringan yang tepat, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia petani menjadi kunci peningkatan kualitas dan kuantitas produksi.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada PT KHASS selaku eksportir yang telah menjalin kerja sama dalam pemasaran kakao Berau ke pasar internasional. Ia berharap sinergi tersebut terus diperkuat agar ekspor berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan petani serta masyarakat.

Lebih jauh, Sri Juniarsih Mas menyinggung pentingnya kreativitas daerah dalam meningkatkan pendapatan, terutama di tengah kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat. Ia meyakini sektor perkebunan kakao dan pariwisata merupakan dua potensi besar yang dapat saling melengkapi.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Berau berencana mengembangkan konsep agrowisata kakao. Wisatawan tidak hanya menikmati panorama alam Berau, tetapi juga dapat menyaksikan langsung proses budidaya, fermentasi, hingga pengolahan cokelat, bahkan mencicipi dan membawa pulang produk khas Berau sebagai oleh-oleh.

Selain itu, jajaran Diskoperindag didorong untuk memperkuat pengembangan produk olahan kakao berbasis UMKM, sehingga nilai tambah tidak hanya berhenti pada ekspor bahan mentah, melainkan berkembang menjadi industri hilir yang menggerakkan ekonomi lokal.

Dengan pelepasan 10 ton biji kakao fermentasi ke Prancis ini, Berau kembali menegaskan diri sebagai salah satu daerah penghasil kakao fermentasi premium yang siap bersaing dan memperluas jejaknya di pasar dunia.

Penulis : Tim / Prokopim