KALTIMTARA.ID, BERAU – Di tengah arus digitalisasi yang kian kencang, masih terdapat beberapa titik di wilayah pedalaman Kabupaten Berau yang belum terjamah sinyal komunikasi atau blank spot.
Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto menegaskan bahwa akses internet saat ini bukan lagi kemewahan, melainkan kebutuhan dasar untuk menunjang pendidikan, ekonomi kreatif, dan administrasi pemerintahan desa.
Ia mendorong Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk lebih agresif menggandeng pihak penyedia layanan telekomunikasi guna memperluas jangkauan menara pemancar. Ia melihat, keterbelakangan informasi di pelosok dapat menghambat program pemerintah pusat yang kini berbasis aplikasi digital.
”Akses internet adalah jendela dunia bagi anak-anak kita di kampung-kampung. Tanpa koneksi yang stabil, mereka akan tertinggal secara literasi dan daya saing. Kita harus memastikan tidak ada lagi desa yang terisolasi secara digital di Bumi Batiwakkal ini,” ungkapnya.
Selain infrastruktur fisik, Dedy juga menyoroti pentingnya edukasi literasi digital bagi masyarakat. Hal ini dimaksudkan agar akses internet yang masuk nantinya dapat digunakan untuk kegiatan produktif, seperti pemasaran produk desa, dan bukan sekadar untuk konsumsi konten non-edukatif.
”Setelah sinyal masuk, tanggung jawab kita adalah mengajari warga cara memanfaatkannya untuk kesejahteraan. Internet harus menjadi alat untuk mempromosikan potensi desa, bukan justru menjadi celah bagi penyebaran berita hoaks yang merusak persatuan,”tandasnya.
Penulis: dewi ayu
Pemerataan Akses Informasi, Dedy Okto Minta Percepatan Jaringan Internet di Desa

What’s your reaction?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0












Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.