Ada Apa di 10 Hari Terakhir Bulan Ramadan?

Subscribe Youtube KALTIMTARA NEWS


KALTIMTARA.ID – Memasuki 10 hari terakhir bulan suci Ramadan 1442 H, banyak keutamaan yang bisa diraih oleh umat muslim.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh al-Baihaqi Rasulullah bersabda: “Awal bulan Ramadan adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, sedangkan akhirnya adalah terbebas dari neraka.” Sepuluh malam terakhir bulan Ramadan amatlah disukai oleh Nabi Muhammad Saw.. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersungguh-sungguh di 10 terakhir di bulan Ramadhan lebih dari pada bersungguh-sungguhnya beliau di hari-hari lainnya.” (HR. Muslim dan Ahmad)

Banyak keutamaan yang dapat diraih karena itu merupakan waktu turunnya malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari 1.000 bulan. Sebagaimana sabda Rasulullah: “Carilah malam Lailatul Qadar di malam ganjil dari sepuluh terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Imam Bukhari).

Untuk mengisi 10 hari terakhir Ramadan, ada beberapa amalan yang dapat kita lakukan:

  1. Tadarus Al-Qur’an

Hadis tentang keutamaan membaca Al Quran yang terkenal adalah hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah Ibnu Mas’ud sebagai berikut: “Abdullah ibn Mas’ud, Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al Quran), maka dia akan mendapat satu kebaikan. Satu kebaikan akan dilipatkan menjadi sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf. Namun, alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf,” (HR. At-Tirmidzi).

Tadarus Al-Qur’an sudah menjadi icon saat memasuki bulan Ramadan. Ketika membaca Al-Qur’an di bulan Ramadan, maka pahala yang didapat akan dilipat gandakan. Itulah mengapa banyak orang yang berlomba-lomba untuk mengkhatamkan Al-Qur’an di bulan suci ini.

2. Itikaf
Itikaf adalah berdiam diri di masjid dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Hal ini sebagaimana anjuran Rasulullah dalam hadis riwayat Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa beritikaf pada bulan Ramadan selama sepuluh hari. Namun pada tahun wafatnya, Beliau beritikaf selama dua puluh hari.” (HR. Bukhari no. 2026 dan Muslim no. 1172).

3. Memperbanyak Doa
Memperbanyak doa kepada Allah SWT. sebagaimana yang juga Rasulullah Saw. perintahkan kepada Ummul Mukminin Aisyah untuk berdoa di malam-malam itu.

Aisyah berkata, “Wahai Rasulullah, apa pendapatmu jika aku ketepatan mendapatkan malam Lailatul Qadr, apa yang harus aku ucapkan?”, beliau menjawab: “Ucapkanlah, Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anna” (Ya Allah, sesungguhnya Engkau maha pemaaf mencintai kemaafan, maka maafkanlah aku).” (HR. Ibnu Majah, yang dishahihkan oleh Al Albani).

4. Perbanyak Shalat Malam
Rasulullah menyebut shalat malam merupakan shalat yang paling utama setelah shalat lima waktu (maktubah), seperti dalam sabdanya: “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Muharram. Sebaik-baik shalat setelah shalat fardlu adalah shalat malam.” (HR Muslim)

5. Zikir
Zikir adalah amalan ibadah yang paling mudah dilakukan, kapan pun dan di mana pun. Begitu pentingnya zikir, dalam sebuah hadis bahkan disebutkan bahwa orang yang tidak berzikir kepada Tuhannya seperti hidup bersama orang yang mati. “Perumpamaan orang yang berzikir kepada Tuhannya dengan orang yang tidak berzikir kepada Tuhannya adalah seperti orang yang hidup dengan orang yang mati.” (HR. al-Bukhari).

Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang mampu menghidupkan 10 malam terakhir Ramadan dan dapat menjalani ibadah di bulan Ramadan hingga akhir, aamiin. Wallahu ‘alam bishawab.

Sumber : Kompas.com