KALTIMTARA.ID, TANJUNG REDEB — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Berau melalui Komisi Pendidikan dan Kaderisasi menggelar kegiatan Sarasehan Remaja/Pemuda Muslim dengan mengusung tema “Penerapan Islam sebagai Rahmatan Lil ‘Alamin pada Remaja Muslim”, bertempat di Ruang Pertemuan Walidah Lantai 1 SM Tower, Tanjung Redeb, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen MUI Kabupaten Berau dalam memberikan pembinaan keagamaan, memperkuat karakter generasi muda, serta menanamkan pemahaman Islam yang membawa rahmat, kedamaian, dan kemaslahatan bagi seluruh umat manusia.
Sarasehan tersebut diikuti pelajar dari berbagai SMA, SMK, dan MA di Kabupaten Berau, baik sekolah negeri maupun swasta. Berdasarkan daftar hadir, tercatat 57 peserta pelajar dan 17 undangan, sehingga total terdapat 74 nama yang mengisi daftar kehadiran.
Sejumlah unsur pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, dan pengurus MUI Kabupaten Berau turut hadir memberikan dukungan terhadap kegiatan pembinaan generasi muda ini.
Melalui kegiatan sarasehan ini, MUI Kabupaten Berau berupaya membangun kesadaran generasi muda agar mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai Islam secara utuh dalam kehidupan sehari-hari.
Pemahaman Islam sebagai Rahmatan Lil ‘Alamin menjadi penting di tengah perkembangan teknologi informasi, perubahan sosial, dan berbagai tantangan pergaulan yang dihadapi remaja saat ini.
Generasi muda Muslim diharapkan tidak hanya memiliki pengetahuan agama yang baik, tetapi juga mampu menunjukkan akhlak mulia, menghormati perbedaan, menjaga persaudaraan, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.
Tiga Materi Utama Pembinaan Remaja
Dalam kegiatan ini, Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Kabupaten Berau menyiapkan tiga pokok materi pembinaan, yakni akidah Islam, akhlak Islam, dan muamalah Islam.
Materi akidah diarahkan untuk memperkuat keimanan dan keyakinan generasi muda sebagai landasan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Sementara itu, materi akhlak menekankan pentingnya pembentukan karakter, sopan santun, tanggung jawab, penghormatan kepada orang tua dan guru, serta etika dalam pergaulan dan penggunaan media sosial.
Adapun materi muamalah memberikan pemahaman mengenai penerapan ajaran Islam dalam hubungan sosial, kehidupan bermasyarakat, dan aktivitas sehari-hari yang menjunjung tinggi kejujuran, keadilan, serta kepedulian terhadap sesama.
Dalam persiapan kegiatan, panitia mencantumkan sejumlah nama narasumber, yaitu Ustaz Hasanuddin Arafah, Jamiruddin, dan Syahrul Anam, untuk memberikan pembekalan dan penguatan nilai-nilai keislaman kepada peserta.
Tidak Berhenti pada Sarasehan, Dilanjutkan dengan Rencana Tindak Lanjut
Salah satu bagian penting dari kegiatan ini adalah penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai upaya memastikan pembinaan remaja Muslim tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial.
Melalui sesi tersebut, peserta diarahkan untuk merumuskan gagasan dan program pembinaan keislaman yang dapat dikembangkan di lingkungan sekolah maupun komunitas remaja dan pemuda.
Beberapa bentuk tindak lanjut yang dapat dikembangkan antara lain penguatan kegiatan Rohani Islam (Rohis), kajian keislaman berkala, pembiasaan akhlak mulia, kegiatan sosial, dan penguatan jejaring silaturahmi antarpelajar Muslim di Kabupaten Berau.
Dengan pendekatan tersebut, kegiatan sarasehan diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya generasi muda Muslim yang beriman, berilmu, berakhlak, toleran, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
MUI Berau Dorong Kaderisasi Generasi Muda
Melalui Komisi Pendidikan dan Kaderisasi, MUI Kabupaten Berau terus berupaya memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam pembinaan kehidupan keagamaan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan kader-kader Muslim masa depan yang mampu menjadi teladan di lingkungannya sekaligus berperan aktif dalam menjaga kerukunan, persatuan, dan keharmonisan masyarakat Kabupaten Berau.
Harapannya, nilai Islam sebagai Rahmatan Lil ‘Alamin tidak hanya dipahami sebagai konsep keagamaan, tetapi benar-benar tercermin dalam sikap, perkataan, dan tindakan generasi muda Muslim dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan terselenggaranya sarasehan ini, MUI Kabupaten Berau berharap lahir generasi penerus yang memiliki kekuatan akidah, kemuliaan akhlak, kecerdasan intelektual, dan semangat pengabdian untuk agama, bangsa, serta masyarakat.
Humas / Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Kabupaten Berau













Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.