Pemkab Berau Gandeng BI-OJK Perluas Akses Pembiayaan UMKM

Subscribe Youtube KALTIMTARA NEWS

KALTIMTARA.ID,TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau terus memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui kolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Business Matching, edukasi keuangan, layanan Desk SLIK-OJK, serta pencatatan keuangan menggunakan aplikasi SIAPIK-BI di Ruang RPJPD Bapelitbang, Jumat (2/10/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pembiayaan sekaligus meningkatkan literasi keuangan pelaku UMKM di Kabupaten Berau. Melalui Business Matching, pelaku usaha dipertemukan dengan lembaga jasa keuangan maupun pihak potensial lainnya untuk membuka peluang kerja sama dan akses permodalan.

Mewakili Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau Muhammad Said mengatakan, Business Matching menjadi salah satu agenda strategis dalam mempertemukan pelaku usaha lokal dengan lembaga pembiayaan.

“Melalui agenda ini diharapkan UMKM mampu memperluas jaringan pasar, sehingga produk-produk lokal dapat bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur Pratama Wibawa dan Kepala Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Kaltim-Kaltara Yulianta.

Hadir pula perwakilan sejumlah lembaga jasa keuangan di Tanjung Redeb, di antaranya Bankaltimtara, Bank Mandiri, BRI, BNI, Pegadaian, dan BPJS Ketenagakerjaan, serta para pelaku UMKM.

Selain membuka peluang kemitraan usaha, peserta mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan keuangan. Said menilai pemahaman terhadap pengelolaan modal dan keuangan usaha menjadi hal penting agar UMKM mampu berkembang secara berkelanjutan.

“Akses peminjaman modal bagi UMKM perlu dipermudah dengan tetap memenuhi persyaratan yang berlaku. Ketika UMKM berkembang, tentu dapat membantu perekonomian keluarga. Pelaku usaha juga harus mampu memanfaatkan peluang pemasaran di era digital saat ini,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, layanan Desk SLIK-OJK juga disediakan untuk membantu pelaku usaha memperoleh informasi mengenai riwayat kredit secara resmi. Pemahaman terhadap rekam jejak kredit diharapkan dapat membantu UMKM mempersiapkan diri dalam mengakses pembiayaan dari lembaga jasa keuangan.

Sementara itu, pencatatan keuangan melalui aplikasi SIAPIK yang dikembangkan Bank Indonesia turut diperkenalkan kepada peserta. Pencatatan yang rapi dan terstruktur diharapkan dapat membantu pelaku UMKM mengetahui kondisi keuangan usahanya sekaligus menjadi bagian dari kesiapan dalam mengajukan pembiayaan.

Sekkab Muhammad Said berharap sinergi antara Pemkab Berau, Bank Indonesia, dan OJK dapat terus diperkuat sehingga memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM.

“Atas nama Pemkab Berau, kami menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya agenda strategis ini. Semoga seluruh peserta dapat memanfaatkan momentum ini secara maksimal untuk mewujudkan ekonomi Berau yang lebih maju dan mandiri, sekaligus membawa komoditas lokal dan UMKM naik kelas,” pungkasnya.

Penulis : Tim
Editor : Dewi