Pemkab Berau Perintahkan Pengawasan Diperketat Di Pulau Maratua

Subscribe Youtube KALTIMTARA NEWS

KALTIMTARA.ID, TANJUNG REDEB – Kekayaan bawah laut Pulau Maratua kembali menjadi sorotan setelah muncul dugaan aktivitas perburuan biota laut yang dilindungi oleh oknum wisatawan di kawasan resort.

Pemerintah Kabupaten Berau langsung merespons persoalan tersebut. Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan tidak boleh ada aktivitas wisata yang mengorbankan kelestarian ekosistem laut.

Ia meminta pengawasan di perairan Maratua diperketat, termasuk terhadap aktivitas wisatawan maupun pengelola usaha pariwisata.

“Bupati Berau mengecam keras setiap aktivitas yang merusak laut Maratua, baik menggunakan speargun, mengebom maupun cara-cara lain yang dilarang oleh aturan,” tegasnya.

Sri Juniarsih juga meminta instansi terkait segera mengambil langkah sesuai kewenangan, termasuk memanggil pengelola resort yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

Pemanggilan itu diperlukan untuk mendapatkan penjelasan sekaligus memastikan seluruh aktivitas wisata di kawasan perairan Maratua berjalan sesuai ketentuan.

Menurutnya, Maratua merupakan salah satu aset utama pariwisata bahari Berau. Daya tarik kawasan tersebut justru bertumpu pada kekayaan laut dan ekosistem bawah air yang masih terjaga.

Karena itu, aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan dinilai tidak boleh dibiarkan. Terlebih jika dilakukan di kawasan yang menjadi tujuan wisata bahari.

“Saya minta pengawasan diperketat. Siapapun yang terbukti melanggar aturan yang berlaku,” ujarnya.

Bupati juga mengingatkan pelaku usaha pariwisata, masyarakat dan komunitas penyelam agar ikut menjaga kawasan laut. Setiap aktivitas yang diduga melanggar aturan diminta segera dilaporkan kepada instansi berwenang.

“Laut Berau adalah kekayaan Berau. Kita jaga, kita lindungi, dan jangan siapapun yang dapat merusaknya,” tegas Sri Juniarsih.

Pemkab Berau menilai keberlanjutan pariwisata bahari bergantung pada kondisi ekosistem laut. Karena itu, pengembangan wisata tidak cukup hanya mengejar jumlah kunjungan, tetapi harus berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan.(*)

Penulis: Dewi / Tim