slot777

slot

https://duwit.ukdw.ac.id/document/pengadaan/slot777/

https://mtsnupakis.sch.id/wp-content/zeusslot/

https://insankamilsidoarjo.sch.id/wp-content/slot-zeus/

https://smpbhayangkari1sby.sch.id/wp-content/slot-zeus/

https://alhikamsurabaya.sch.id/wp-content/slot-thailand/

https://mtsnupakis.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://smptagsby.sch.id/wp-content/slot-bet-200/

https://lookahindonesia.com/wp-content/bonus-new-member/

https://sd-mujahidin.sch.id/wp-content/depo25-bonus25/

https://ponpesalkhairattanjungselor.sch.id/wp-content/mahjong-slot/

https://mtsnupakis.sch.id/wp-content/slot777/

https://sdlabum.sch.id/wp-content/slot777/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://duwit.ukdw.ac.id/document/pengadaan/slot777/

Sambut Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1942, Umat Hindu di Kutai Kartanegara Gelar Ritual Keagamaan Melasti dan Tawur Agung

Subscribe Youtube KALTIMTARA NEWS

KALTIMTARA.ID, TENGGARONG – Umat Hindu di Kutai Kartanegara melaksanakan upacara Melasti dan Tawur Agung menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1943, di Pura Payogan Agung Kutai yang berada di Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kukar, Sabtu (13/3/2021).

Meski ditengah pandemi, kegiatan ibadah dan perayaan Nyepi tetap berlangsung lancar dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Pada hari ini kami Umat Hindu melaksanakan rangkaian ritual keagamaan Melasti dan Tawur Agung menjelang perayaan Hari Raya Nyepi dengan secara sederhana di Pura Poyagan Agung Tenggarong, dikarenakan masih dalam kondisi pandemi Covid-19,” ujar Panandita Dwija Made Agung.

Panandita menjelaskan, upacara Melasti dan Tawur Agung ini sendiri bertujuan untuk mensucikan alam semesta, sehingga mendapatakan anugerah, keselamatan dan kesejahteraan.

“Ritual Melasti dan Tawur Agung ini bermakna pensucian alam semesta bagi kita umat Hindu, agar mendapatkan anugerah, keselamatan dan kesejahteraan,” terangnya.

Perayaan Hari Nyepi bagi Umat Hindu sendiri tak terlepas dari arakan Ogoh-ogoh, namun di dua tahun terakhir ini di tiadakan karena mengikuti aturan dari pihak Majelis Parishada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kutai Kartanegara.

“Arakan Ogoh-ogoh tidak kita laksanakan di dua tahun terakhir ini, sesuai dengan aturan Majelis PHDI di karena dari segi umat sedikit, namun kita adakan di tiap-tiap desa saja sehingga kita patuhi aturan tersebut,” ungkap Panandita Dwija Made Agung.

Penulis: Fairuz