KALTIMTARA.ID, TANJUNG REDEB — Tagihan air bersih yang tiba-tiba membengkak membuat sejumlah pelanggan di Kabupaten Berau bertanya-tanya. Setelah dilakukan penelusuran, PDAM Berau menemukan salah satu persoalan di lapangan, yakni satu sambungan air digunakan untuk memenuhi kebutuhan dua hingga tiga rumah.
Ketika beberapa rumah menggunakan satu sambungan, seluruh pemakaian air tetap tercatat pada satu meteran. Akibatnya, konsumsi air dari rumah-rumah tersebut terakumulasi dalam satu rekening dan membuat angka kubikasi meningkat.
Jika pemakaian melewati batas tertentu, pelanggan kemudian dapat masuk dalam skema tarif progresif.
Kepala Bidang Hubungan Pelanggan PDAM Berau, Rudy Hartono, mengatakan pembagian aliran dari satu sambungan rumah kepada beberapa rumah lain tidak diperbolehkan.
“Ini jelas tidak diperbolehkan. Satu sambungan rumah tidak boleh dibagi ke dua atau tiga rumah lain. Dampaknya, pemakaian melonjak dan pelanggan merasa terbebani karena tarifnya naik,” kata Rudy.
Persoalan ini mencuat setelah keluhan mengenai tagihan air bersih bermunculan di Kabupaten Berau pada awal 2026. Sejumlah pelanggan mengaku nominal tagihan yang diterima jauh lebih tinggi dibandingkan pembayaran pada bulan-bulan sebelumnya.
Keluhan tersebut bahkan ramai disampaikan melalui media sosial dan menjadi perbincangan masyarakat.
Untuk mendapatkan penjelasan mengenai penyebab lonjakan tagihan, awak media mendatangi Kantor Pusat Pelayanan PDAM Kabupaten Berau di Jalan Raja Alam I.
Rudy mengungkapkan, indikasi lonjakan pemakaian air sebenarnya sudah terdeteksi sejak awal Desember 2025.
“Indikasi lonjakan pemakaian air sebenarnya sudah terdeteksi sejak awal Desember 2025,” terangnya.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, PDAM menurunkan seluruh tim pencatat water meter untuk melakukan pendataan sekaligus memberikan penjelasan langsung kepada pelanggan yang tercatat memiliki konsumsi air jauh di atas rata-rata.
Dari pengecekan di lapangan, petugas menemukan adanya pemakaian yang dinilai tidak wajar. Bahkan, konsumsi air pada sejumlah pelanggan tercatat mencapai ratusan meter kubik dalam satu bulan.
“Kami menemukan ada pemakaian yang tidak wajar, bahkan mencapai ratusan meter kubik dalam satu bulan. Karena itu, tim kami langsung turun ke lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya,” ujar Rudy.
Praktik penggunaan satu sambungan untuk beberapa rumah menjadi salah satu temuan yang perlu diperhatikan pelanggan.
Sebab, meteran hanya mencatat total air yang melewati sambungan tersebut. Meteran tidak memisahkan berapa banyak air yang digunakan oleh rumah pertama, kedua maupun ketiga.
Dengan kata lain, semakin banyak rumah yang menggunakan satu sambungan, semakin besar pula potensi pemakaian yang tercatat dalam satu rekening.
Ketika akumulasi pemakaian melonjak, pelanggan dapat masuk ke dalam skema tarif progresif sesuai ketentuan pemakaian.
Saat ini, tarif progresif mulai diberlakukan bagi pelanggan dengan pemakaian di atas 100 meter kubik. Ketentuan tersebut disebut mengacu pada Permendagri Nomor 20 Tahun 2020 tentang pengelolaan air minum, termasuk prinsip Full Cost Recovery (FCR) agar pengelolaan layanan air minum dapat berjalan secara berkelanjutan.
Rudy juga menyampaikan bahwa tarif air PDAM Kabupaten Berau berada pada angka Rp5.700 per meter kubik. Ia menyebut angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan tarif di sejumlah daerah lain yang telah melampaui Rp10.000 per meter kubik.
“Penyesuaian ini bukan kebijakan sepihak PDAM. Ini adalah amanat regulasi dari pemerintah pusat agar layanan air bersih tetap berjalan dan kualitas pelayanan bisa terus ditingkatkan,” jelasnya.
Karena itu, PDAM Berau mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak dan mematuhi ketentuan sambungan rumah.
Penggunaan sambungan sesuai ketentuan diharapkan dapat mencegah pemakaian beberapa rumah tercatat dalam satu meteran. Selain membantu pelanggan mengendalikan konsumsi, langkah tersebut juga diharapkan mendukung distribusi air bersih yang lebih optimal kepada masyarakat.
Pada akhirnya, persoalan tagihan tidak hanya berkaitan dengan besarnya tarif, tetapi juga bagaimana pemakaian air tercatat pada masing-masing sambungan pelanggan.
Penulis : Aril
Editor : Tim












Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.