456 Warga Berau Manfaatkan Skema Cicilan

Subscribe Youtube KALTIMTARA NEWS

KALTIMTARA.ID, TANJUNG REDEB– Bagi sebagian warga Kabupaten Berau, memiliki sambungan air bersih di rumah bukan sekadar soal kenyamanan. Ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan sehari-hari yang ingin mereka penuhi melalui layanan jaringan perpipaan.

Namun, keinginan tersebut tidak selalu mudah diwujudkan. Biaya pemasangan sambungan baru yang harus dibayarkan di awal masih menjadi salah satu pertimbangan masyarakat untuk menjadi pelanggan.

Gambaran itu terlihat dari tingginya respons warga terhadap Promo Kemerdekaan yang digelar Perumda Air Minum Batiwakkal sepanjang Agustus 2026.

Hingga program berakhir pada 31 Agustus, tercatat 456 warga mendaftarkan sambungan rumah (SR) baru.

Jumlah tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan air bersih sekaligus memperlihatkan bahwa kemudahan pembayaran dapat menjadi faktor penting bagi warga yang ingin mendapatkan sambungan perpipaan di rumahnya.

Manajer Hubungan Masyarakat Perumda Air Minum Batiwakkal, Rudy Hartono, mengatakan pihaknya mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat terhadap program tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi tingginya animo masyarakat merespons program sambungan baru tersebut,” ujar Rudy Hartono.

Menurut Rudy, tingginya jumlah pendaftar menjadi salah satu gambaran bahwa kebutuhan masyarakat terhadap layanan air bersih masih cukup besar.

Perumda Batiwakkal, kata dia, terus berupaya memperluas cakupan pelayanan agar semakin banyak rumah tangga dapat menikmati layanan air bersih melalui jaringan perpipaan.

Persoalannya, masih ada masyarakat yang sebenarnya ingin menjadi pelanggan, tetapi harus mempertimbangkan kemampuan untuk membayar biaya pemasangan awal.

“Masih banyak masyarakat yang sebenarnya ingin menjadi pelanggan, namun terkendala biaya pemasangan awal,” jelasnya.

Karena itu, Promo Kemerdekaan tidak hanya memberikan kemudahan dari sisi pembayaran, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memasang sambungan baru tanpa harus menyiapkan seluruh biaya sekaligus.

Dalam program tersebut, biaya pemasangan sambungan rumah ditetapkan sebesar Rp2.738.000. Calon pelanggan cukup membayar uang muka minimal Rp250 ribu, sementara sisa biaya dapat diangsur hingga 17 kali.

Cicilan tersebut kemudian dibayarkan bersamaan dengan rekening air setiap bulan.

Skema pembayaran bertahap itu menjadi salah satu cara yang ditawarkan Perumda Batiwakkal untuk mengurangi beban biaya awal masyarakat.

“Melalui skema cicilan tersebut, hambatan itu diharapkan dapat teratasi sehingga semakin banyak rumah tangga dapat menikmati layanan air bersih yang aman dan layak,” terangnya.

Tingginya jumlah pendaftar selama program berlangsung juga menunjukkan bahwa persoalan akses air bersih tidak semata-mata berkaitan dengan ketersediaan jaringan. Kemampuan masyarakat untuk menjangkau biaya pemasangan juga menjadi bagian penting dalam memperluas cakupan pelayanan.

Bagi Perumda Batiwakkal, semakin banyak rumah yang terhubung dengan jaringan perpipaan diharapkan dapat mendorong peningkatan cakupan pelayanan air bersih di Kabupaten Berau.

Rudy berharap masyarakat yang selama ini masih menunda pemasangan sambungan baru karena persoalan biaya dapat memanfaatkan kemudahan pembayaran yang diberikan.

“Harapan kami, masyarakat tidak lagi menunda untuk memiliki sambungan air bersih karena biaya pemasangan kini jauh lebih ringan. Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus dapat diakses oleh seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : Aril
Editor : Dewi