Urai Kepadatan Pasien, Pemkab Berau Percepat Pengoperasian RSUD Baru di Sei Bedungun ‎

Subscribe Youtube KALTIMTARA NEWS

KALTIMTARA.ID, BERAU – Kabupaten Berau tengah bersiap mencatatkan milestone penting dalam peta pelayanan kesehatan daerah. Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) baru yang berlokasi di kawasan Sei Bedungun kini memasuki fase krusial menjelang operasional penuh. Proyek strategis ini diproyeksikan tidak sekadar menjadi tambahan fasilitas fisik, melainkan solusi atas keterbatasan daya tampung dan modernisasi alat kesehatan di Bumi Batiwakkal.

‎Langkah ini diambil pemerintah daerah untuk menjawab tantangan aksesibilitas kesehatan yang kian kompleks. RSUD baru ini didesain untuk menjadi pusat rujukan yang lebih representatif guna mengurai beban kapasitas di RSUD dr. Abdul Rivai, dengan integrasi sistem layanan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

‎Proyek ambisius ini dikerjakan melalui skema kontrak tahun jamak (multi-years contract). Hingga akhir fase konstruksi, total akumulasi dana yang terserap mencapai angka Rp270 miliar. Komitmen kuat pemerintah daerah terlihat dari alokasi APBD murni tahun 2024 sebesar Rp100 miliar, yang kemudian diperkuat melalui APBD Perubahan sebesar Rp150 miliar guna memastikan seluruh pekerjaan mekanikal, elektrikal, hingga pengadaan alat kesehatan (alkes) tuntas tepat waktu.

‎Dalam tinjauan lapangan terbaru, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menekankan bahwa urgensi penyelesaian rumah sakit ini terletak pada hak dasar masyarakat atas layanan yang cepat dan berkualitas. Beliau menegaskan bahwa investasi besar ini harus berbanding lurus dengan profesionalisme manajemen.

‎”Kehadiran rumah sakit ini adalah jawaban atas kerinduan masyarakat akan fasilitas kesehatan yang mumpuni. Fokus kita bukan hanya pada kemegahan bangunan, melainkan pada kemudahan akses. Saya instruksikan agar seluruh perangkat pendukung, mulai dari alkes hingga sistem administrasi, dipastikan berfungsi 100 persen sebelum pintu dibuka untuk umum,” ujarnya.

‎Berdasarkan data teknis, gedung baru ini dirancang untuk memiliki kapasitas total hingga 250 tempat tidur. Namun, sebagai langkah awal untuk memastikan standar pelayanan minimum (SPM) terjaga, operasional perdana akan didukung oleh 113 tempat tidur rawat inap dengan fasilitas medis yang lebih modern.

‎Terkait kepastian layanan, Pemerintah Kabupaten Berau menargetkan RSUD Tanjung Redeb akan mulai membuka pintu operasionalnya bagi masyarakat umum pada Mei 2026. Saat ini, seluruh perizinan operasional telah dinyatakan rampung, sementara pengisian jabatan direksi sementara telah dilakukan untuk mengawal masa transisi hingga pelayanan benar-benar stabil.

‎Keunggulan fasilitas ini tidak hanya terletak pada penambahan jumlah tempat tidur, tetapi juga pada modernisasi ruang spesialis dan penerapan konsep healing environment yang lebih ramah bagi pasien. Sri Juniarsih mengingatkan pentingnya kolaborasi antara manajemen rumah sakit dan Dinas Kesehatan dalam menjaga keberlangsungan layanan dan pemeliharaan alat kesehatan yang memerlukan biaya operasional tinggi.

‎”Rumah sakit ini adalah aset milik seluruh warga Berau. Kita berkomitmen untuk terus memantau perkembangannya, memastikan tidak ada kendala teknis yang menghambat, dan yang paling penting, menjamin bahwa rakyat kecil mendapatkan perlakuan medik yang adil dan humanis,” tutupnya.

‎Dengan progres yang terus dipacu, RSUD Tanjung Redeb diharapkan menjadi wajah baru bagi komitmen kemanusiaan Pemerintah Kabupaten Berau, sekaligus meningkatkan status layanan kesehatan daerah menuju kualifikasi Tipe B di masa depan. (Adv)

 

Penulis : Dewi