Berau Perkuat Upaya Penanganan Stunting Dari Sisi Lingkungan

Subscribe Youtube KALTIMTARA NEWS

KALTIMTARA.ID, TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau mulai memperkuat upaya penanganan stunting dari sisi lingkungan. Salah satunya melalui edukasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dinilai memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan sehat bagi tumbuh kembang anak.

Langkah tersebut diwujudkan melalui Orientasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat sebagai Strategi Mendukung Percepatan Penurunan Stunting yang dibuka Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said, di Grand Ballroom Hotel Mercure Berau, Selasa (7/7/2026).

Kegiatan itu diikuti sekitar 60 peserta secara luring dan daring serta menghadirkan narasumber Anwar Mallongi, dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Makassar. Turut hadir Ketua TP PKK Kabupaten Berau, Sri Aslinda Gamalis.

Kepala Dinas Kesehatan Berau, Lamlai Sarie, mengatakan penanganan stunting tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang sehat.

Menurutnya, sanitasi yang baik dan pengelolaan sampah yang benar menjadi faktor penting dalam mencegah berbagai penyakit yang dapat berdampak pada kesehatan ibu dan anak.

“Pengelolaan sampah harus dibarengi dengan penerapan sanitasi yang sehat. Lingkungan yang bersih akan mendukung kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak,” ujarnya.

Sementara itu, Muhammad Said menegaskan perubahan perilaku masyarakat menjadi tantangan utama dalam mewujudkan lingkungan yang bersih.

Ia menilai edukasi mengenai pengelolaan sampah rumah tangga harus terus dilakukan agar masyarakat tidak lagi memandang sampah sebagai persoalan biasa.

“Masyarakat perlu terus diedukasi agar memiliki kesadaran mengelola sampah dengan benar, terutama sampah rumah tangga,” tegasnya.

Menurutnya, lingkungan yang bersih akan menekan risiko penyebaran penyakit sehingga ikut mendukung upaya pemerintah menurunkan angka stunting di Kabupaten Berau.

Melalui orientasi tersebut, Pemkab Berau berharap para peserta dapat menjadi penggerak di lingkungan masing-masing untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah berbasis masyarakat sebagai bagian dari strategi pencegahan stunting.(Adv)

Penulis: Dewi / Tim