Pemkab Berau Dorong, Sampah Bisa Jadi Sumber Ekonomi Baru Berau

Subscribe Youtube KALTIMTARA NEWS

KALTIMTARA.ID, TANJUNG REDEB – Persoalan sampah di Kabupaten Berau kini tak lagi dipandang semata sebagai isu lingkungan. Pemerintah Kabupaten Berau justru mulai membidik sampah sebagai peluang besar untuk menciptakan sumber ekonomi baru sekaligus energi alternatif bagi masa depan daerah.

Komitmen itu ditegaskan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, dalam agenda Berau Circular Future 2045 di Hotel Mercure, Senin (29/6/2026).

Menurut Sri Juniarsih, Berau membutuhkan lompatan besar dalam pengelolaan sampah melalui pemanfaatan teknologi modern dan kolaborasi lintas sektor.

Ia menilai, jika dikelola secara serius dan terintegrasi, sampah justru bisa menjadi aset strategis yang memberi dampak nyata bagi pembangunan daerah.

“Saya ingin cara pandang kita berubah. Sampah jangan lagi dilihat sebagai masalah, tapi sebagai peluang,” tegasnya.

Bupati menilai transformasi pengelolaan sampah menjadi kebutuhan mendesak, terutama bagi Berau yang memiliki potensi besar di sektor pariwisata dan sumber daya alam.

Karena itu, ia mendorong keterlibatan aktif seluruh pihak, termasuk perusahaan-perusahaan yang selama ini beroperasi di wilayah Berau.

Menurutnya, dunia usaha juga memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui kolaborasi yang nyata.

“Banyak perusahaan yang mengambil potensi dari wilayah kami. Yang kami harapkan adalah kolaborasi nyata untuk pembangunan Berau,” ujarnya.

Sri Juniarsih menjelaskan, salah satu peluang besar yang kini mulai didorong adalah pengolahan sampah berbasis teknologi.

Dengan sistem modern, sampah tidak hanya dapat dikurangi volumenya, tetapi juga berpotensi diubah menjadi energi alternatif, termasuk energi listrik.

Ia menilai konsep ini dapat menjadi jawaban atas dua persoalan sekaligus: pengelolaan sampah dan kebutuhan energi masa depan.

“Kita ingin mengubah dari darurat sampah menjadi energi alternatif untuk masa depan Berau,” katanya.

Selain potensi energi, teknologi pengelolaan sampah modern juga dinilai mampu membuka peluang ekonomi langsung bagi masyarakat.

Salah satunya melalui sistem mesin pengelola sampah yang memungkinkan masyarakat menyetorkan sampah dan memperoleh imbalan dalam bentuk uang.

Skema ini diyakini dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.

“Ini menarik karena ada nilai ekonominya. Sampah yang biasanya dibuang justru bisa menghasilkan uang,” jelasnya.

Meski demikian, Sri Juniarsih menegaskan transformasi besar ini tidak akan berhasil tanpa sinergi yang kuat.

Ia menilai pemerintah, sektor swasta, masyarakat, hingga unsur Forkopimda harus bergerak bersama agar program ini benar-benar berjalan.

Bupati juga menegaskan seluruh rencana besar tersebut tidak boleh berhenti sebagai wacana.

Menurutnya, dibutuhkan roadmap yang jelas, kelembagaan yang kuat, serta dukungan teknologi yang tepat agar program berjalan efektif.

“Saya tidak ingin ini berhenti di wacana. Harus ada roadmap yang jelas, kelembagaan yang kuat, dan teknologi yang benar-benar bermanfaat,” tegasnya.

Sri Juniarsih optimistis, pengelolaan sampah modern dapat menjadi salah satu kekuatan baru Berau dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan.

Baginya, langkah ini bukan sekadar soal kebersihan lingkungan, tetapi tentang membangun sektor ekonomi baru yang produktif dan berkelanjutan.

“Saya ingin sampah ini menjadi bisnis,” pungkasnya.(Adv)

Penulis: AK