KALTIMTARA.ID, TANJUNG REDEB – Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, Muhammad Said, menekankan pentingnya kemandirian fiskal daerah melalui penggalian potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang lebih kreatif dan transparan.
Di tengah fluktuasi dana transfer pusat, optimalisasi pajak dan retribusi daerah berbasis digital menjadi harga mati bagi keberlanjutan pembangunan.
Muhammad Said menjelaskan bahwa sistem pemantauan pajak real-time kini tengah diuji coba pada sektor perhotelan dan restoran guna meminimalkan kebocoran anggaran.
“Tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks, sehingga kita tidak bisa lagi bergantung sepenuhnya pada dana bagi hasil sawit atau batubara,” ungkapnya.
Sistem pemantauan pajak secara real-time ini merekam transaksi otomatis, meningkatkan transparansi, mencegah kebocoran pajak, dan menargetkan kenaikan PAD hingga Rp15-20 miliar per tahun melalui dashboard terintegrasi.
“Digitalisasi pajak daerah adalah langkah konkret untuk memastikan setiap rupiah yang disetorkan masyarakat kembali dalam bentuk pembangunan yang nyata dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa penguatan tata kelola keuangan ini dibarengi dengan peningkatan disiplin anggaran di setiap OPD, guna memastikan program yang dijalankan benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat secara tepat sasaran. (Adv)
Penulis : Dewi













Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.