Gamalis Harapkan Kereta Api Trans Kalimantan Jangan Kembali Berhenti di Wacana

Subscribe Youtube KALTIMTARA NEWS

KALTIMTARA.ID, TANJUNG REDEB – Wacana pembangunan jalur Kereta Api Trans Kalimantan kembali menjadi sorotan seiring munculnya rencana konektivitas antardaerah di Pulau Kalimantan.

Proyek sepanjang 2.772 kilometer itu disebut akan menghubungkan wilayah utara, timur, selatan, tengah hingga barat untuk memperkuat distribusi logistik dan mobilitas kawasan.

Namun hingga kini, proyek tersebut belum memiliki kepastian jadwal pembangunan. Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengingatkan agar rencana besar itu tidak kembali berhenti sebatas wacana.

Menurut Gamalis, pembahasan kereta api di Kalimantan bukan isu baru. Ia menyebut rencana tersebut telah digulirkan sejak masa Awang Faroek Ishak menjabat sebagai gubernur, bahkan kala itu pemerintah daerah telah menyiapkan sumber daya manusia untuk mendukung sektor perkeretaapian.

“Ini bukan rencana baru. Dari dulu sudah dibahas, bahkan sampai menyiapkan SDM khusus untuk itu,” kata Gamalis saat di wawancara beberapa waktu lalu.

Ia mengungkapkan, pemerintah provinsi saat itu sempat mengirim pelajar asal Kalimantan Timur ke Rusia untuk mempelajari bidang perkeretaapian. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk keseriusan agar proyek dapat segera berjalan.

Gamalis juga mengaku pernah terlibat langsung dalam pembahasan proyek tersebut saat masih duduk di legislatif. Ia ikut dalam kunjungan ke Moskow saat penjajakan kerja sama dengan pihak Rusia terkait pengembangan jaringan rel di Indonesia.

“Saya ikut waktu itu ke Moskow. Pembahasannya sudah cukup jauh, jadi mestinya bukan lagi sekadar rencana,” ujarnya.

Menurutnya, jika melihat kajian yang sudah dilakukan bertahun-tahun, proyek ini seharusnya sudah masuk tahap realisasi. Namun sampai sekarang belum terlihat perkembangan berarti. Ia menduga masih ada pertimbangan investasi dan keuntungan ekonomi yang membuat proyek tertunda.

Meski demikian, Gamalis menilai masyarakat Kalimantan membutuhkan kepastian, bukan pembahasan yang terus berulang tanpa hasil. Ia meminta pemerintah pusat memastikan arah proyek agar tidak sekadar menjadi janji pembangunan jangka panjang.

“Kalau memang mau dibangun, wujudkan. Jangan terus dikaji tapi tidak ada kepastian,” tegasnya.

Ia berharap jika kajian lanjutan kembali dilakukan, hasilnya benar-benar mengarah pada keputusan nyata. Menurutnya, harapan masyarakat terhadap proyek konektivitas besar ini sudah terlalu lama menunggu kejelasan. (Adv)

Penulis: Dewi/Tim