KALTIMTARA.ID, TANJUNG REDEB — Pemerintah Kabupaten Berau mengambil langkah strategis untuk mempercantik kawasan publik dan memperkuat konektivitas sungai. Kawasan Tepian Segah dan Dermaga Rajjanta dipastikan akan segera menjalani perbaikan secara menyeluruh dalam waktu dekat.
Langkah ini bermula dari peninjauan lapangan yang dilakukan langsung oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, pada Sabtu (8/8/2026) siang. Dalam kunjungan tersebut, ia memberikan instruksi tegas agar seluruh proses renovasi digarap secara maksimal demi menghadirkan fasilitas publik yang bersih, representatif, dan nyaman bagi masyarakat.
“Jadi ke depan semuanya akan tertata rapi, sehingga persoalan keluar-masuk sampah dapat diatasi sepenuhnya,” ujarnya.
Di balik skala perbaikan yang menyeluruh ini, Bupati Berau menjelaskan bahwa momentum tersebut dimanfaatkan untuk membangun kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah menggandeng partisipasi dunia usaha melalui optimalisasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) guna mempercepat pembenahan infrastruktur turap dan siring di sepanjang Tepian Tanjung Redeb.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Berau, Rusnan Hefni, menyampaikan bahwa kawasan Dermaga Rajjanta dan siring Tepian Segah kini menjadi fokus utama instansinya. Seluruh perencanaan teknis telah dimatangkan melalui forum rapat koordinasi.
“Kami telah melaksanakan rapat koordinasi sebelumnya, dan rangkaian kegiatan fisik ini dijadwalkan akan berlangsung selama 15 hari,” ungkapnya.
Meski komitmen perbaikan telah bulat, pihak Dinas Perhubungan mengakui adanya tantangan dalam hal pengadaan material. Sejumlah komponen pendukung, seperti material papan untuk meja di kawasan Tepian Ahmad Yani, harus didatangkan langsung dari luar daerah, yakni Surabaya.
Kendati demikian, percepatan pengerjaan tetap menjadi prioritas. Rusnan memastikan bahwa pembenahan pada fasilitas dermaga akan rampung jauh lebih cepat dibanding target keseluruhan.
“Untuk pengerjaan dermaga, insyaallah dapat diselesaikan dalam waktu tiga hari,” tuturnya.
Secara rinci, cakupan renovasi ini meliputi pembangunan dermaga apung baru, penggantian struktur lantai kayu ulin yang telah mengalami pelapukan, serta penertiban kawasan bawah dermaga. Langkah antisipatif juga disiapkan dengan menutup celah-celah di bawah bangunan ketinting guna mencegah tumpukan sampah liar serta material kayu dan batang pohon hanyut yang kerap mencemari lingkungan sekitar.
Penulis : Noval
Editor : Dewi













Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.