Pelopori Ekonomi Hijau Pascatambang, Pemkab Berau Pasang Badan Dorong Pemulihan Lahan Berkelanjutan

Subscribe Youtube KALTIMTARA NEWS

KALTIMTARA.ID, BERAU — Pemerintah Kabupaten Berau menegaskan pentingnya komitmen kolektif dari seluruh pemangku kepentingan dalam menggarap rehabilitasi serta reklamasi lahan bekas tambang secara konsisten dan berkesinambungan. Kawasan pascatambang kini dituntut tidak sekadar dipulihkan ekologinya, melainkan wajib memberi dampak ekonomi langsung yang berdaya guna bagi warga sekitar.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, menggarisbawahi bahwa kendati industri ekstraktif menjadi penopang utama laju ekonomi, penyediaan lapangan kerja, serta akselerasi pembangunan daerah, dampak terhadap pemulihan lingkungan tetap menjadi tanggung jawab moral dan hukum yang wajib dituntaskan.

“Rehabilitasi terhadap lahan tidak boleh dipandang sebagai kewajiban administrasi semata, melainkan harus menjadi investasi jangka panjang bagi keberlanjutan daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pendekatan pemulihan lingkungan di Kabupaten Berau saat ini telah bertransformasi. Upaya penataan bekas lahan tambang tidak lagi berfokus pada penanaman vegetasi ala kadarnya, melainkan diarahkan pada pembentukan kawasan produktif berbasis green economy, salah satunya melalui optimalisasi budidaya tanaman berprospek ekonomi seperti kemiri sunan.

Guna merealisasikan agenda strategis tersebut, Pemkab Berau membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan merangkul sektor swasta, perguruan tinggi, lembaga riset, hingga pemerintah pusat.

Sinergi ini makin menguat seiring kunjungan kerja Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk ASEAN, Niko Barito, bersama jajarannya ke Kabupaten Berau. Kehadiran utusan negara tersebut diharapkan mampu mempercepat formulasi serta implementasi pengembangan ekonomi hijau di daerah.

Di akhir keterangannya, Gamalis melayangkan seruan tegas kepada seluruh entitas pemegang izin usaha pertambangan di Berau agar menerapkan kaidah penambangan yang baik (good mining practice) secara jujur dan konsisten.

“Keberhasilan suatu daerah bukan hanya diukur dari seberapa banyak sumber daya yang berhasil kita ambil dari perut bumi, melainkan dari seberapa baik kita mengembalikan fungsi alam setelah kita memanfaatkannya,” pungkasnya. (Adv)

Penulis : Dewi