KALTIMTARA.ID, BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mengambil langkah tegas dengan melakukan pembenahan mendasar terhadap kinerja Perusahaan Daerah (Perusda). Evaluasi menyeluruh ini dipicu oleh belum optimalnya sumbangsih BUMD tersebut terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), di tengah dorongan percepatan pemulihan dan kemandirian ekonomi daerah.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan bahwa langkah reorientasi internal saat ini tengah berlangsung secara intensif. Kendati memberikan catatan kritis, Bupati menilai dinamika operasional berupa hambatan awal pada badan usaha yang sedang berkembang merupakan hal yang wajar, selama diiringi komitmen pembenahan yang terukur.
“Evaluasi total memang menjadi keharusan, dan saat ini proses perbaikan internal tengah berjalan. Sebuah perusahaan, terlebih yang baru berdiri atau dalam taraf berkembang, wajar jika menemui kekurangan. Namun, keberhasilan tidak diukur dari ketiadaan masalah, melainkan dari bagaimana kita membenahinya. Seluruh catatan ini kami jadikan pijakan evaluasi mendalam ke depan,” ujarnya.
Bupati menguraikan, Perusda sejatinya memegang peranan vital sebagai pilar utama penggerak perekonomian dan pendulang PAD. Oleh sebab itu, jajaran direksi dan manajemen dituntut tidak sekadar menjalankan rutinitas bisnis, melainkan harus lebih progresif dan inovatif dalam menangkap serta mengoptimalkan ceruk potensi usaha baru di Kabupaten Berau.
Di luar agenda penataan BUMD, Pemkab Berau juga menegaskan kesiapan skema penggunaan Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bernilai Rp100 miliar. Bupati memastikan alokasi anggaran bernilai fantastis tersebut telah terencana secara matang dan siap dieksekusi.
“Dana bantuan Rp100 miliar tersebut sudah terpetakan secara rinci dalam pos-pos kegiatan yang terarah dan siap direalisasikan. Tidak mungkin anggaran bantuan provinsi dikucurkan tanpa adanya perencanaan program yang pasti,” tegasnya.
Dana tersebut nantinya akan disalurkan guna mempercepat pencapaian program-program prioritas daerah. Sektor yang menjadi fokus utama mencakup pemerataan pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sarana kesehatan, penguatan mutu pendidikan, serta optimalisasi potensi pariwisata dan program strategis daerah lainnya. (Adv)
Penulis : Dewi













Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.