Ratusan Warga Berau Gelar Salat Istisqa Di Masjid Agung Baitul Hikmah

Subscribe Youtube KALTIMTARA NEWS

KALTIMTARA.ID, TANJUNG REDEB – Kemarau panjang yang memicu karhutla dan kabut asap membuat warga Berau menghadapi kondisi yang semakin berat. Di tengah ancaman tersebut, pemerintah bersama masyarakat memilih memperkuat ikhtiar dengan menggelar Salat Istisqa.

Salat meminta hujan itu digelar di halaman Masjid Agung Baitul Hikmah Tanjung Redeb, Rabu (19/8/2026) pagi, dan diikuti ratusan jamaah dari berbagai unsur.

Wakil Bupati Berau Gamalis mengatakan, meski persiapannya dilakukan dalam waktu singkat, antusiasme masyarakat cukup tinggi. Menurutnya, hal itu menunjukkan keresahan warga terhadap dampak kemarau yang mulai dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pelaksanaan ibadah ini terbilang mendadak, namun antusiasme warga luar biasa,” ujarnya.

Gamalis menyebut kondisi panas dan kabut asap tidak hanya meningkatkan risiko kebakaran, tetapi juga mulai mengganggu aktivitas masyarakat serta kualitas udara di ruang publik.

Karena itu, Salat Istisqa diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar bersama selain penanganan teknis yang dilakukan petugas di lapangan.

“Mumpung kita berkumpul dalam Salat Istisqa, kita memohon agar berkah hujan segera membasahi Bumi Batiwakkal dan membersihkan udara kita,” katanya.

Dampak karhutla juga dirasakan di sejumlah wilayah, salah satunya Kecamatan Teluk Bayur. Camat Teluk Bayur Edi Baskoro mengatakan wilayahnya menjadi salah satu kawasan yang menghadapi ancaman karhutla dalam beberapa pekan terakhir.

“Kecamatan kami berhadapan langsung dengan ancaman karhutla yang terus meluas. Harapan besar kami, melalui ikhtiar spiritual ini, hujan deras segera turun untuk memadamkan sisa titik api sekaligus menurunkan suhu udara yang sangat menyengat,” tuturnya.

Pemkab Berau berharap hujan segera turun sehingga titik api dapat ditekan, suhu menurun, dan kualitas udara kembali membaik.

Penulis : Tim