Bupati Sri Juniarsih Mas Hadiri Langsung Pembukaan MTQ Ke-56 Tingkat Kabupaten

Subscribe Youtube KALTIMTARA NEWS

KALTIMTARA.ID, TALISAYAN – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-56 Tingkat Kabupaten Berau resmi dibuka oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, di Arena Utama MTQ, Halaman Masjid Baiturrahman, Kecamatan Talisayan, Kamis (9/7/2026). Perhelatan yang berlangsung selama lima hari ini diikuti 738 peserta dan ofisial dari 13 kafilah kecamatan se-Kabupaten Berau.

Pembukaan ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Bupati Berau didampingi Wakil Ketua DPRD Berau, unsur Forkopimda, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Berau, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Berau, serta Camat Talisayan sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian perlombaan.

Dalam laporannya, Camat Talisayan, Mutmainah, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada Kecamatan Talisayan sebagai tuan rumah MTQ ke-56. Menurutnya, amanah tersebut menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat pembinaan generasi Qurani di Kabupaten Berau.

“Semoga pelaksanaan MTQ ini semakin meneguhkan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam mewujudkan masyarakat yang berkarakter Qurani dan berbudi luhur,” ujarnya.

MTQ ke-56 mempertandingkan enam cabang lomba, yakni Tilawah Al-Qur’an golongan anak-anak, remaja dan dewasa, Qiraat Sab’ah remaja dan dewasa, Tahfiz 1 juz, 5 juz dan tartil, Musabaqah Khattil Qur’an, serta Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an.

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana strategis untuk membangun mental dan spiritual masyarakat melalui pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Generasi penerus harus tumbuh seimbang dengan ajaran Al-Qur’an. Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, kita dapat menjaga persatuan, memperkuat akhlak, dan membangun kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Berau dalam mendukung berbagai kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang berakhlakul karimah dan seimbang antara pembangunan fisik maupun mental spiritual.

Kepada dewan hakim, Sri Juniarsih berpesan agar menjaga objektivitas, integritas, dan profesionalisme dalam melakukan penilaian. Sementara kepada para peserta, ia mengajak untuk menjunjung tinggi sportivitas serta menjadikan MTQ sebagai sarana memperdalam kecintaan terhadap Al-Qur’an, bukan semata mengejar prestasi.

Ia juga mendorong Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) bersama para ustaz dan ustazah untuk terus melakukan pembinaan secara berkelanjutan melalui pelatihan yang konsisten dan evaluasi berkala guna melahirkan qari, qariah, hafiz, dan hafizah berprestasi.

“Yang lebih utama dari MTQ adalah syiar Islam. Menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an sejak dini hingga dewasa agar menjadi bagian dari kepribadian dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Talisayan, panitia pelaksana, LPTQ Berau, dewan hakim, pelatih, pendamping, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan MTQ ke-56.

Selain menjadi syiar Islam dan wadah pembinaan generasi Qurani, penyelenggaraan MTQ diharapkan turut memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat melalui meningkatnya aktivitas usaha selama pelaksanaan kegiatan. (Adv)

Penulis : Dewi / Tim