Pada Minggu Terakhir Bulan November 2023, Realisasi APBN Mencapai Rp2,7 Triliun Dari Total Pagu Sebesar Rp3,0 Triliun

Subscribe Youtube KALTIMTARA NEWS

KALTIMTARA.ID, TANJUNG REDEB – Ditengah peningkatan risiko dan ketidakpastian global yang meningkat, Kondisi perekonomian Nasional masih cukup baik. Akibat Perang di Ukraina dan Timur Tengah yang belum mereda, Tekanan global pun masih tinggi.

Pertumbuhan ekonomi Q3 sedikit melambat akibat menurunnya ekspor, namun permintaan domestic tumbuh menguat. Aktivitas ekonomi domestik perlu terus dijaga dan dampak perlambatan global perlu diwaspadai.

Plt. Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN), Fitra Riadian mengatakan bahwa capaian realisasi APBN secara nasional telah menyentuh angka defisit Rp 0,7 triliun atau 0,003 persen dari PDB, dengan kondisi nominal Pendapatan dan Belanja yang hampir sama di angka Rp2.240 triliun.

“Dibanding bulan sebelumnya, Capaian Belanja Pemerintah Pusat turun sebesar 5,9 persen, Transfer ke Daerah juga mengalami penurunan sebesar 1,6 persen,” ucapnya.

Dikutip dari Data Online Monitoring SPAN (OM SPAN) KPPN Tanjung Redeb, bahwa untuk lingkup Kabupaten Berau, capaian realisasi APBN pada minggu terakhir bulan November 2023 yakni sebesar Rp2,7 triliun dari total pagu sebesar Rp3,0 triliun.

“Persentase capaian realisasi s.d 27 November 2023
tercatat sebesar 91,0 persen atau tumbuh sekitar 9,9 persen dibanding tahun sebelumnya yakni sebesar 82,8 persen,” ujarnya.

“Yang dimana Capaian realisasi APBN lingkup Kabupaten Berau ini lebih baik dibanding capaian Provinsi Kalimantan Timur dan capaian nasional,” tambahnya.

Fitra menyatakan bahwasanya capaian realisasi ini menandakan kinerja APBN on-track dalam mendukung kinerja perekonomian dan mengoptimalkan APBN sebagai shock absorber.

Ia menuturkan Realiasi Belanja Kementerian Lembaga (K/L) pada Kabupaten Berau sampai dengan tanggal 27 November 2023 sebesar Rp 194,9 miliar atau sebesar 81,2 persen.

“Dengan rincian Belanja Pegawai sebesar Rp 91,2 miliar, Belanja Barang sebesar Rp 93,5 miliar, dan Belanja Modal sebesar Rp10,3 miliar, sedangkan untuk Belanja Transfer ke Daerah telah terealisasi sebesar Rp2,5 triliun,” tuturnya.

Diharapkannya setiap Satuan Kerja (K/L) dapat mempedomani Rencana Penarikan Dana (RPD)
yang telah disusun melalui Halaman III DIPA sehingga mampu mencapai target yang telah
ditetapkan terutama untuk Belanja Modal (53).

“Melalui RPD tersebut pula, diharapkan mampu
memberikan stimulus dan efek domino/berkelanjutan yang pada akhirnya akan mempengaruhi dan mendorong konsumsi masyarakat serta pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Berau pada khususnya,” pungkasnya.

Penulis : Dewi