slot777

slot

https://duwit.ukdw.ac.id/document/pengadaan/slot777/

https://mtsnupakis.sch.id/wp-content/zeusslot/

https://insankamilsidoarjo.sch.id/wp-content/slot-zeus/

https://smpbhayangkari1sby.sch.id/wp-content/slot-zeus/

https://alhikamsurabaya.sch.id/wp-content/slot-thailand/

https://mtsnupakis.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://smptagsby.sch.id/wp-content/slot-bet-200/

https://lookahindonesia.com/wp-content/bonus-new-member/

https://sd-mujahidin.sch.id/wp-content/depo25-bonus25/

https://ponpesalkhairattanjungselor.sch.id/wp-content/mahjong-slot/

https://mtsnupakis.sch.id/wp-content/slot777/

https://sdlabum.sch.id/wp-content/slot777/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://duwit.ukdw.ac.id/document/pengadaan/slot777/

Pembuatan Paspor Alami Penurunan

Subscribe Youtube KALTIMTARA NEWS

KALTIMTARA.ID, TANJUNG REDEB – Kepala Imigrasi Kelas III Tanjung Redeb, Misnan mengungkapkan, jumlah pemohon untuk pembuatan paspor mengalami penurunan. Hal itu terjadi akibat pandemi COVID-19, yang menyebabkan penurunan masyarakat yang bepergian ke luar negeri.

Dikatakannya, sebelum adanya Covid-19, petugas Imigrasi biasanya dapat memproses 10 hingga 15 pengajuan paspor dalam satu hari. Namun kini, pengajuan itu menurun hingga 70 persen.

“Penurunannya memang sangat jauh,” ungkapnya.

Sepanjang tahun 2020, lanjutnya. pengurusan pembuatan Paspor di Kantor Imigrasi Kelas III Tanjung Redeb mengalami penurunan yang cukup drastis, yakni dari 2351 pengurusan paspor ditahun 2019, dan menurun menjadi 941 paspor di tahun 2020.

“Penurunan pembuatan paspor ini dikarenakan adanya kebijakan pemerintah terkait pandemi Corona yang melanda dunia. karena pemerintah menghentikan pembuatan paspor dan menutup akses bepergian keluar negeri,” bebernya.

Misran menerangkan, kebanyakan permohonan pembuatan paspor bagi mereka yang ingin melaksanakan ibadah umrah. Hal ini tentu saja berdampak pada pembuatan paspor di Berau, mengingat pengajuan paspor untuk haji dan umroh adalah yang terbesar setiap tahunnya.

“Mayoritas masyarakat yang mengurus paspor hanya untuk melaksanakan umrah,” jelasnya.
Ia mengatakan, minimnya jumlah warga yang mengurus paspornya itu merupakan suatu hal yang wajar di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, demi mencegah penyebaran Covid-19. Selain itu, penutupan penerbangan ke beberapa negara juga menjadi bagian yang menyumbang angka sepinya pengajuan pembuatan paspor.

“Iya karena pandemi jadi pelaksanaan umrah sempat ditiadakan jadi berdampak pada pmbuatan paspor turun drastis,” lanjutnya.

Selain itu, pihaknya mengatakan untuk pengurusan paspor di kantor imigrasi juga dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, dengan menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Penerapan protokol kesehatan juga katanya bukan hanya diterapkan untuk masyarakat saja tapi juga petugas mereka.

“Baik karyawan maupun tamu yang hendak masuk ke lingkungan Kantor Imigrasi Berau wajib diperiksa suhu tubuh dan tangannya disemprot dengan hand sanitizer,” tandasnya.

Penulis: Tim

Editor: Fairuz