Strategi Pemkab Berau Menekan Karhutla: Dorong Transformasi Metode Pengelolaan Lahan Tanpa Bakar

Subscribe Youtube KALTIMTARA NEWS

KALTIMTARA.ID, BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau memperketat mitigasi kebencanaan dengan menargetkan perubahan perilaku di sektor pertanian dan perkebunan. Sebagai langkah preventif jangka panjang menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemkab Berau mengintensifkan edukasi untuk menghentikan total praktik pembersihan lahan dengan media api, sebuah metode konvensional yang dinilai memicu risiko ekologis tinggi.

‎Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan bahwa kebiasaan membuka lahan dengan cara dibakar tetap menjadi faktor dominan di balik eskalasi kasus karhutla di daerah. Karakteristik vegetasi lokal yang mudah mengering saat musim kemarau membuat rambatan api sering kali tidak terkendali dan memicu kerugian multisektor.

‎”Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Dalam kondisi cuaca yang panas, risiko kebakaran sangat tinggi dan dampaknya dapat merugikan banyak pihak,” ujarnya.

‎Langkah taktis yang ditempuh pemerintah daerah difokuskan pada pengalihan metode. Melalui perangkat daerah terkait, Pemkab Berau mendampingi para petani dan pelaku usaha agraria untuk mengadopsi teknik pengelolaan lahan tanpa bakar (zero burning). Pendekatan ini dinilai tidak hanya mampu memotong rantai potensi bencana, melainkan juga menjaga kestabilan nutrisi tanah dan kualitas udara di Bumi Batiwakkal.

‎Di sisi lain, Pemkab Berau secara simultan memperkuat sistem deteksi dini melalui koordinasi lintas sektoral yang melibatkan aparat keamanan, otoritas penanggulangan bencana, hingga relawan di tingkat kampung. Pengawasan ketat diberlakukan pada zona-zona yang secara historis memiliki kerawanan tinggi terhadap titik panas (hotspot).

‎Gamalis menggarisbawahi bahwa operasi pemadaman di lapangan kerap kali menguras anggaran dan sumber daya logistik yang besar. Oleh karena itu, investasi pada aspek edukasi dan kesadaran hukum masyarakat menjadi prioritas utama kebijakan daerah.

‎”Kami berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga lingkungan dengan menghindari aktivitas pembakaran lahan. Pencegahan jauh lebih baik daripada harus menangani kebakaran yang sudah meluas,” katanya.

‎Melalui integrasi antara pengawasan ketat dan pembinaan kelompok tani, Pemkab Berau memproyeksikan terciptanya ekosistem pertanian yang lebih bertanggung jawab. Keberhasilan menekan angka karhutla pada masa mendatang diyakini bertumpu pada kesadaran kolektif dalam meninggalkan praktik pembakaran lahan demi menjamin keberlanjutan ekonomi dan kesehatan publik. (Adv)

Penulis : Dewi