KALTIMTARA.ID, BERAU – Langkah Kabupaten Berau dalam mengamankan pengakuan atas warisan alamnya kini memasuki babak baru. Pemerintah Kabupaten Berau mematangkan persiapan teknis guna menyambut agenda verifikasi lapangan oleh tim asesor terhadap kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam upaya daerah mengukuhkan kawasan tersebut sebagai pusat konservasi sekaligus destinasi wisata berbasis lingkungan berkelanjutan.
Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said, menerangkan bahwa proses penilaian ini melibatkan panel ahli lintas disiplin, mulai dari akademisi Universitas Diponegoro dan Universitas Hasanuddin, hingga pakar dari Badan Geologi Nasional. Kunjungan tim tersebut difokuskan untuk memvalidasi kelayakan tata kelola serta keunikan ilmiah dari formasi geologi yang ada di lapangan.
Kabupaten Berau sendiri memegang peranan krusial dalam peta Geopark Sangkulirang-Mangkalihat. Dari total 26 bentang geosite yang terdaftar, 15 di antaranya berada di bawah wilayah administratif Berau. Titik-titik ini mencakup lanskap karst yang ikonik, jaringan gua purba di Pulau Maratua, hingga Gua Bloyot di Kecamatan Kelay yang menyimpan rekam jejak prasejarah bernilai tinggi.
”Tim akan melakukan peninjauan ke sejumlah kawasan geosite di wilayah pesisir serta mengunjungi beberapa situs budaya yang menjadi bagian dari kekayaan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat,” ungkap Muhammad Said saat memaparkan skenario kunjungan tim penilai.
Meski tidak seluruh titik dapat dijangkau karena kendala geografis, titik-titik yang dipilih sebagai sampel verifikasi dipastikan telah merepresentasikan keanekaragaman geologi, warisan budaya, serta kesiapan tata kelola kawasan secara komprehensif.
Guna memastikan penilaian berjalan mulus, Pemkab Berau bergerak cepat mengonsolidasikan kekuatan di akar rumput. Pemerintah daerah aktif mendampingi badan pengelola, jajaran kecamatan, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), hingga komunitas adat setempat agar mampu mempresentasikan keunikan geosite mereka dengan baik.
”Seluruh unsur yang terlibat telah mempersiapkan diri agar potensi setiap geosite dapat dipresentasikan secara optimal, baik dari sisi geologi, budaya, maupun pengelolaannya,” tuturnya.
Pemkab Berau memproyeksikan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat bukan sekadar area proteksi ekologi yang kaku. Lebih dari itu, status geopark diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat sekitar melalui konsep pariwisata berkelanjutan yang menyeimbangkan antara proteksi alam dan pemanfaatan ruang hidup masyarakat secara bijaksana. (Adv)
Penulis : Dewi













Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.