KALTIMTARA.ID, BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau menempatkan perlindungan ekosistem pesisir dan laut sebagai pilar strategis dalam memacu daya saing sektor pariwisata. Tidak sekadar menjual keindahan panorama alam, Pemkab Berau mengintegrasikan aspek konservasi satwa dilindungi, khususnya pelestarian penyu di Kepulauan Derawan, sebagai instrumen vital untuk membangun citra destinasi wisata bahari yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Sinergi multipihak yang digerakkan pemerintah daerah ini tercermin dalam agenda pelepasan tukik (anak penyu) secara berkala di Pulau Derawan. Langkah nyata ini menjadi simbol komitmen daerah dalam menjaga keseimbangan ekologis di tengah derasnya arus modernisasi industri pariwisata.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, mengapresiasi arah kebijakan Pemkab Berau yang dinilai berhasil memberikan nilai tambah pada sektor pariwisata. Menurutnya, kesiapan infrastruktur dan eksotisme alam Kepulauan Derawan akan semakin bernilai tinggi di mata dunia jika dibarengi dengan komitmen proteksi lingkungan yang kuat.
”Wisata di Kepulauan Derawan sudah unggul karena didukung infrastruktur dan alam yang indah. Kini tinggal menambah daya tarik lain yang mempesona, seperti pelestarian penyu, untuk meningkatkan kunjungan,” ujar Seno Aji saat meninjau program konservasi di wilayah pesisir.
Pendekatan eco-tourism yang diusung Pemkab Berau ini terbukti berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi daerah. Berdasarkan data resmi pemerintah daerah, sektor pariwisata Kabupaten Berau mencatatkan lonjakan performa yang signifikan. Sepanjang tahun 2025, volume kunjungan wisatawan menembus angka 782.266 orang, merepresentasikan pertumbuhan sebesar 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat 557.214 kunjungan. Dari total pergerakan tersebut, Pulau Derawan mengukuhkan posisinya sebagai magnet utama dengan kontribusi mencapai sekitar 92.000 wisatawan domestik dan mancanegara.
Tren positif ini terus terjaga pada periode berikutnya. Pada empat bulan pertama tahun 2026, akumulasi kunjungan pelancong ke Bumi Batiwakkal telah menyentuh angka 201.852 orang, di mana gugusan pulau wisata seperti Derawan dan Maratua tetap mendominasi pilihan utama. Tingginya animo pasar juga terlihat nyata pada momentum libur Idulfitri, yang mampu menarik lebih dari 8.000 pengunjung ke Pulau Derawan dalam waktu singkat.
Menyikapi lonjakan data tersebut, Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengingatkan bahwa pertumbuhan angka investasi dan kunjungan ini tidak boleh melonggarkan proteksi terhadap ekosistem. Keberlanjutan sektor pariwisata Berau sangat bergantung pada keaslian dan kelestarian habitat laut yang menjadi ruang hidup satwa endemik.
”Peningkatan jumlah wisatawan harus diimbangi dengan pengelolaan destinasi yang bertanggung jawab. Kawasan wisata unggulan seperti Derawan, Kakaban, Sangalaki, dan Maratua perlu terus dijaga agar aktivitas pariwisata tidak mengganggu keseimbangan ekosistem yang menjadi daya tarik utamanya,” tegas Gamalis.
Menyikapi lonjakan data tersebut, Seno Aji mengingatkan bahwa tantangan terbesar pemerintah daerah ke depan adalah menjaga daya dukung lingkungan (carrying capacity). Kawasan konservasi penting seperti Pulau Derawan, Kakaban, Sangalaki, dan Maratua harus diisolasi dari dampak negatif komersialisasi massal agar ekosistem di dalamnya tidak terdegradasi.
”Keberhasilan pengembangan pariwisata harus berjalan seiring dengan upaya konservasi. Sektor pariwisata menjadi alternatif yang kuat sebagai penggerak ekonomi daerah, khususnya bagi Kabupaten Berau,” tegasnya.
Melalui konsistensi kebijakan perlindungan satwa endemik dan penguatan regulasi di tingkat tapak, Pemkab Berau optimistis dapat menjaga masa depan Kepulauan Derawan sebagai warisan alam global. Langkah ini sekaligus mengukuhkan bahwa bagi Kabupaten Berau, kelestarian lingkungan merupakan investasi jangka panjang yang menjadi motor penggerak kesejahteraan ekonomi masyarakat. (Adv)
Penulis : Dewi













Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.