slot777

slot

https://duwit.ukdw.ac.id/document/pengadaan/slot777/

https://mtsnupakis.sch.id/wp-content/zeusslot/

https://insankamilsidoarjo.sch.id/wp-content/slot-zeus/

https://smpbhayangkari1sby.sch.id/wp-content/slot-zeus/

https://alhikamsurabaya.sch.id/wp-content/slot-thailand/

https://mtsnupakis.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://smptagsby.sch.id/wp-content/slot-bet-200/

https://lookahindonesia.com/wp-content/bonus-new-member/

https://sd-mujahidin.sch.id/wp-content/depo25-bonus25/

https://ponpesalkhairattanjungselor.sch.id/wp-content/mahjong-slot/

https://mtsnupakis.sch.id/wp-content/slot777/

https://sdlabum.sch.id/wp-content/slot777/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://duwit.ukdw.ac.id/document/pengadaan/slot777/

Pit PT RUB Masih Penuh Air Luapan Sungai Kelay, DLHK Hitung-Hitungan Jangka Waktu Pengurasan

Subscribe Youtube KALTIMTARA NEWS

KALTIMTARA.ID, TANJUNG REDEB – Air banjir yang disebabkan meluapnya Sungai kelay hingga kini masih memenuhi pit PT RUB yang berada di Kampung Bena Baru Kecamatan Sambaliung.

Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, Masmansur saat dikonfirmasi awak media pada Selasa (8/6/2021) mengatakan, hingga saat ini baik aliran dari Sungai Kelay, dan air yang berada di pit masih terkoneksi.

Masmansur mengungkapkan, kini DLHK Berau telah melakukan pembicaraan dengan PT RUB, untuk membuat cor beton, kemudian disimpan sebagai penghalang dan ditimbun, agar air tidak masuk ke dalam pit terlalu banyak.

“Karena kalau langsung ditimbun dengan tanah saja, percuma. Karena air akan tetap masuk ke dalam pit,” ungkapnya.

Masmansur mengemukakan, DLHK Berau masih melakukan penghitungan terkait berapa waktu yang dibutuhkan untuk menguras air dalam pit tersebut. Selain itu, di PT RUB, baru ada satu Water Monitoring Point (WMP).

“Tentu jumlah tersebut tidak cukup, nanti akan dilakukan penambahan, namun belum bisa dipastikan berapa, karena belum dilakukan pengkajian lebih lanjut. Masih hitung-hitungan, untuk mengeluarkan air. Pasalnya, untuk mengeluarkan air, wajib menggunakanWMP. Yang jelas air itu harus keluar sesuai dengan baku mutu,” terangnya.

Masmansur juga menegaskan, hingga kini penanganannya masih terus berlangsung. Jangan sampai jika ditimbun akan longsor kembali. Untuk target belum ada sampai kapan pengurasan air sungai berlangsung. Dan ia pun akan terus melakukan diskusi dengan PT RUB. Terkait dengan dampaknya sendiri adalah, sepanjang itu tidak dikeluarkan, tidak terlalu berdampak. Karena air yang masuk adalah air sungai juga.

“Air yang masuk ke dalam, tidak berdampak bagi masyarakat. Sedangkan pemantauan, tetap dilakukan untuk Ph nya,” bebernya.

Lebih lanjut Masmansur menyebutkan, DLHK Berau akan melakukan penghitungan terkait berapa lama waktu yang dibutuhkan guna melakukan pengurasan air di pit PT RUB tersebut.

“Kita kan belum tahu hitungannya, tergantung dari kapasitas pompa, untuk mengeluarkan air tersebut,” pungkasnya.

Penulis: Tim

Editor: Fairuz